Assalamualaikum wr.wb (Adnan Solehudin)

Wednesday, April 24, 2013

Jawaban Soal UTS Psikologi Pendidikan (by Adnan Solehudin)


  1.   Jelaskan manfaat psikologi pendidikan bagi pendidik, sehingga bila anda jadi pendidik akan menjadi pendidik yang baik serta diharapkan oleh anak didiknya sebagai teman maupun pentransfer ilmu pengetahuan yang diberikan kepadanya ?
  2.  Apa yang terjadi pada diri anda sampai saat ini dalam proses dinamika perilaku kehidupan sebagai manusia sosial ?
  3.  Ceritakan perkembangan diri anda dan Jelaskan pula faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pada diri anda sampai saat ini !
  4. Jelaskan tugas-tugas anda sampat saat ini sesuai dengan teori perkembangananak ?
  5.  Kapan dan untuk apa anda belajar ?
Jawaban :

  1.    Manfaat psikologi pendidikan menurut saya adalah pendekatan hati ke hati antara pendidik dan peserta didik, berawal dari hati seorang pendidik akan mudah memahami sifat sikap seorang peserta didik, seperti yang di ketahui bahwa sifat peserta didik satu sama lain akan berbeda, entah itu yang baik sikapnya maupun yang kurang baik sifat sikapnya, dari psikologi pendidikan seorang pendidik akan mengerti bagaimana memahami karakteristik peserta didik tersebut, memberikan pendidikan kepada peserta didik tidak hanya berupa tulisan materi tetapi sebagai pendidik kita harus memberikan bimbingan rohani agar memberikan Rasa nyaman saat belajar, kedekatan antara pendidik dan peserta didik sangat berpengaruh terhadap kejiwaan, kenyamanan dan masuk tidak nya pembelajaran yang di berikan terhadap peserta didik.
    Pendidik yang baik akan selalu dinanti kehadirannya oleh peserta didik karena kebaikannya. Pendidik yang perasaan akan mendapatkan timbal balik yang baik dari peserta didik, karena itu penyampaian materi  akan mudah di mengerti dan proses belajar akan berjalan santai dan menyenangkan.
  2.     Manusia berawal dari kanak-kanak yang tidak mengerti akan segala hal yang baik maupun bruk untuk dirinya. Dewasa, kita bisa mengerti apapun yang baik mapun buruk untuk diri, mengerti dan perasa merupakan suatu sikap yang baik untuk bersosialisasi, perkembangan sifat dan sikap untuk lebih mengerti karakteristik setiap individu, agar bisa menempatkan diri.
    Menjadi seorang yang perasaan cukup baik untuk diri.
  3.      Perkembangan yang di rasakan, mungkin yang cukup terasa adalah bertambahnya umur dan berkurangnya usia, Karena itu pun membuat saya lebih dewasa dari hari ke hari sampai tahun ke tahun. Lebih perasaan terhadap sesama manusia, baik dan mengerti, menjadi individu yang perasa membuat saya lebih dekat dan bisa lebih menghargai setiap kebaikan sekecil apapun.
    Tidak dapat di pungkiri faktor yang sangat berpengaruh di kehidupan yang di jalani adalah pengalaman hidup, pengalaman yang dirasakan membuat saya lebih mengerti akan arti, rasa dan perjuangan.
    Saya bersyukur kepada Allah ‘’Terima kasih atas hidup yang Kau berikan’’.
    Dengan pengalaman hidup yang berharga baru saya dapatkan sifat saya ini.
  1.      Terlahir, merangkak, berjalan dan dewasa, semua itu tidak lepas dari peran orangtua, jasa orangtua tak akan pernah terbalaskan oleh apapun yang di lakukan  seorang anak. Sebagai seorang anak yang baik senantiasa ingin membahagiakan orang tua yang telah merawat dan membesarkan sampai saat ini, berbahagialah seorang anak mempunyai orangtua yang masih lengkap, buat lah Beliau-beliau bahagia selama masih ada dunia, jangan menyesali akan ketiadaannya karena kita merasa belum bisa membahagiakannya, sebagai anak senantiasa menDo’a kan baik untuk kesehatan dan keselamatan dari orangtua, do’a tidak akan terputus meski orangtua dan kita sudah berbeda alam saklipun.
    Menjadi diri yang baik budi, baik akhlak dan sopan, selalu ingin membahagiakan orang di sekelilingnya baik teman, saudara maupun orangtua.
     5.      Belajar, belajar mempunyai pengertian yang sangat luas, adapun belajar diantaranya
          belajarformal (di sekolah) dan belajar nonformal (belajar berdasarkan pengalaman).
          Belajar bisa dimanapun dan kapanpun, dengan belajar kita bisa memahami akan
          semua hal yang sebelumnya belum kita pahami.

          Belajar bukan berarti menhafalkan isi buku atau materinya, tiada guna bila kita belajar
          hanya menghafalkannya saja, setidaknya kita harus memahaimya bukan
          menghafalkannya.